Buk, Bukan Saya Pengantinnya!

(Sebuah Kesalahan Komunikasi Non-Verbal)

Manusia tidak bisa tidak komunikasi. Baik verbal, maupun non verbal akan menimbulkan intepretasi tersendiri bagi orang-orang yang memandangnya. Begitu penting ilmu komunikasi, sampai-sampai hampir semua bidang keilmuan disandingkan dengan ilmu komunikasi. Misal, komunikasi politik, komunikasi psikologi, komunikasi budaya dan lain sebagainya.

Continue reading “Buk, Bukan Saya Pengantinnya!”

Tentang Perubahan

(Catatan Enam Hari #WeChange di Rumah Perubahan)

       Masa muda, masanya ambisius. Semua ingin diraih dan dikerjakan. Tak peduli seberapa banyak kegagalan, suatu saat pasti menemukan passion-nya. Jalan mendaki, penuh onak duri sudah terbiasa. Apalagi sekedar masalah yang berujung rupiah. Semua dianggap hikmah, sebab hanya orang yang menguasai masalahlah yang sanggup memecahkan masalah.

Bergerak itu beresiko. Tapi jika Anda diam, pun sebenarnya juga beresiko. Jadi, pilihlah resiko yang baik, resiko yang membawa kemajuan, yakni bergerak. Karena, hanya orang-orang yang bergeraklah yang sanggup menuju akselerasi kehidupan. Orang yang bergerak akan banyak menemukan banyak masalah. Orang yang bergerak akan cepat mengetahui mana yang salah sehingga termotivasi untuk senantiasa terus bergerak mencari kebenaran.

Continue reading “Tentang Perubahan”

Allah Sangat Tidak Menginginkan Perceraian

         Ahad, 31 Januari 2016 saya didaulat untuk menjadi pembaca Al Quran di acara pernikahan. Sebelumnya, sudah saya agendakan bahwa hari itu saya sudah berangkat ke Jawa Timur untuk menimba ilmu terkait internet marketing. Karena saya menganggap sebuah acara ijab qobul adalah acara yang sakral, saya menunda keberangkatan saya demi melantunkan sekelumit ayat Al Quran sekaligus menjadi saksi atas bersatunya dua insan tersebut.

Dua hari menjelang berlangsungnya acara, saya mencoba browsing ayat-ayat yang berkenaan dengan pernikahan. Setiap tampil saya usahakan ada yang berbeda, baik dari segi ayat maupun nada yang dibaca. Jika biasanya Ar-Rum ayat 21, An-Nisa ayat satu dan Ibrahim ayat tujuh, saat ini saya memilih untuk membacakan surat An-Nur ayat 32.

Imogiri
Imogiri

Menarik bila mencermati ayat itu, ayat yang sangat menyentuh juga sarat akan nasehat Allah. Tak dipungkiri, sebagian orang takut menikah karena khawatir darimana datangnya rizki, namun di sini Allah sendiri yang berjanji akan mencukupi, bahkan mengkayakan. Dalam istilah bahasa, kaya tentu lebih dari cukup. Berikut adalah janji Allah yang saya maksud;

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak berkawin dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.

Continue reading “Allah Sangat Tidak Menginginkan Perceraian”

Belajar “Memunggungi” Dunia ala Cak Nun

Oleh: Zamhari
Segala puji bagi Allah yang maseh memberikan kita kesempatan untuk menomorduakan dunia. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, beliaulah teladan paripurna sampai-sampai uang senilai 7 dinar yang digenggam Aisyah pada waktu menjelang akhir hayatnya Ia perintahkan agar disedekahkan kepada fakir miskin.

Bagi saya, orang yang beruntung adalah orang yang bisa bergaul dengan siapa saja. Persahabatan semakin berwarna, bahkan dalam ranah menuntut ilmu pun tak perlu pilah-pilih guru. Bisa jadi seorang pelacur pun bisa menjadi guru secara tidak langsung lewat filter perenungan-perenungan mendalam. Maka dari itu, tak perlulah sampai fanatik buta terhadap sesuatu. Bukankah Allah mengajarkan yang sedang-sedang saja? Continue reading “Belajar “Memunggungi” Dunia ala Cak Nun”

Surat Mahasiswa untuk Presiden: Lunturnya Kemeja Putih

Oleh: Zamhari

        Semoga keberkahan dan keselamatan ada dalam diri Anda Pak Presiden. Akhir-akhir ini, selama 24 jam non-stop rasanya tak bisa lepas memikirkan nasib negeri yang saat ini Anda pimpin. Dualisme hampir ada di semua bidang; kepemimpinan Anda sendiri, kurikulum pendidikan hingga dualisme ketua umum beberapa partai.

Lunturnya Kemeja Putih
Tulisanku ditolak Kompas, suatu saat Kompas yang akan saya tolak!

Perlu Bapak ketahui, meskipun saya bukan termasuk pendukung Anda, namun izinkan saya menuliskan luahan hati yang telah lama tersembunyi. Sejujurnya, saya sangat mengapresiasi langkah revolusi mental Anda. Dan saya kira, bukan hanya saya saja, tokoh masyarakat, akademisi sampai semua lapisan rakyat terpesona dengan gagasan dua kata Anda. Bahkan, artis yang sejatinya diidolakan pun berbondong-bondong “mengartiskan” slogan kampanye Anda, luar biasa.

Continue reading “Surat Mahasiswa untuk Presiden: Lunturnya Kemeja Putih”

Azan itu…

Disampaikan Jumat, 27 Maret 2015

di Pondok Mahasiswa Daaru Hira, Sleman, Yogyakarta.

      Sehari, ummat Islam mempunyai lima waktu raya. Mulai subuh hingga isya. Di rentang waktu 24 jam tersebut, gema azan tak akan pernah berhenti sampai Hari Kiamat. Terus dan terus bergantian dari benua ke benua, negara ke negara, provinsi ke provinsi hingga dari desa ke desa. Itulah karakter seruan ummat Islam, seruan yang memanggil, menjemput kemenangan sekaligus sebagai penawar rindu bagi seorang hamba untuk mengadu. Pertanyaannya, bisakah kita para calon imam berkontribusi menjadi bagian dari maha karya Allah yang luar biasa ini?

Continue reading “Azan itu…”